Bisnis Properti Bergantung pada Kelas Menengah

Krisis Eropa yang tak kunjung selesai dikhawatirkan akan mempengaruhi bisnis properti di Indonesia. Pengaruh buruknya adalah permintaan ekspor yang berkurang terhadap Indonesia. Bagi perusahaan-perusahaan yang sangat bergantung pada ekspor ke Eropa, potensi pemutusan hubungan kerja sangat mungkin terjadi.

“Mereka yang tidak memiliki pekerjaan tentu tidak bisa membeli apa-apa, termasuk rumah,” kata Shaun Di Gregorio, CEO iProperty.com, hari ini, Rabu, 8 Februari 2012.

Namun, di tengah kekhawatiran itu, ia melihat masih ada potensi pertumbuhan properti mengingat pasar dalam negeri yang bertumbuh. Ia menyinggung data akhir tahun lalu yang menyebutkan kelas menengah di Indonesia naik menjadi 40 juta orang.

“Indonesia sangat beruntung dalam hal ini,” katanya. Menurut dia, sekalipun ekspor ke Eropa dan Amerika berkurang, kelas menengah yang bertumbuh bisa membuat bisnis properti di Indonesia tetap menguntungkan. Karena itu, Shaun menggunakan angka yang moderat untuk memperkirakan pertumbuhan properti tahun 2012, yaitu 10-12 persen. Padahal, tahun 2010 dan 2011, masing-masing mencatat pertumbuhan 14-16 persen. “Saya optimistis, namun tetap berhati-hati,” katanya.

IProperty.com merupakan grup bisnis properti online. Jaringan mereka ada di Hong Kong, Singapura, Malaysia, India, Filipina, dan Indonesia. Di Indonesia, mereka bekerja sama dengan Rumah123.com.

Macam-macam Cara Berbisnis Properti tanpa Modal

Cara Berbisnis Properti tanpa Modal

Memulai bisnis properti dengan modal minim atau tanpa uang sepeser pun bisa Anda dilakukan. Ezra Karamoy, pemilik Property Institute, sebuah lembaga pelatihan bisnis properti, berbagi kisah sukses yang pernah dialaminya sendiri saat memulai bisnis properti. “Berbisnis properti cukup mudah asal ada kemauan dan action,” kata Ezra saat dihubungi Tempo, 1 Januari 2013.

Menurut dia, jatuh-bangun pernah dialaminya dalam membangun bisnis. Sebelum terjun ke bisnis properti, Ezra pernah menggeluti bisnis movie rental original dan digital printing. "Tapi dua-duanya bangkrut,” ujar lelaki yang kini memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang properti, antara lain Royal Platinum Residence, PT Mega Karya Persada, dan Awani Residence, yang tersebar di Bandung, Bekasi, dan Manado.

Bagaimana Ezra meraih itu semua? Dia mengungkapkan bahwa dia memulai bisnis properti sejak enam tahun lalu tanpa modal sepeser pun. Caranya dengan mencari investor, selaku pemilik modal, untuk menjalankan roda bisnisnya. "Yakinkan investor tentang prospek bisnis properti yang menjanjikan di lokasi tersebut," katanya.

Jika properti yang akan dibeli sudah di depan mata dan yakin prospek jual kembalinya lebih cepat dan harga bagus, menurut Ezra, sebaiknya deal dulu dengan pemilik properti tersebut. Ezra mencontohkan, ia pernah membeli properti dengan harga deal dengan pemilik properti Rp 300 juta, lalu dia menjualnya kepada investor Rp 400 juta. "Tanpa mengeluarkan modal, saya mendapatkan untung Rp 100 juta dari satu transaksi," ujarnya.

Tip lainnya, menurut Ezra, untuk memulai bisnis properti dengan modal minim atau tanpa uang sepeser pun, carilah rumah atau properti dengan harga terjangkau. Pilihlah rumah atau properti yang tidak baru atau bekas, properti yang sudah digunakan sebelumnya tetapi masih memiliki kondisi yang bagus.

Lalu, carilah properti di lokasi strategis. Usahakan mencari lokasi properti yang bagus dan mempunyai pertumbuhan atau pengembangan ke depan. Bekerja samalah dengan teman atau relasi untuk mendapatkan informasi rumah atau properti yang dipasang tulisan 'Dijual'.

Selanjutnya, ajukan pinjaman dana ke bank. Misalnya dengan meminjam ke bank Rp 100 juta, bisa membeli sebuah rumah kecil yang strategis. Tanpa mempunyai modal banyak, bahkan tidak mempunyai modal sama sekali, cara lainnya adalah dengan meminjam uang ke bank.

Atau Anda juga bisa memakai pinjaman uang dari bank untuk menyewa bangunan atau rumah yang berprospek usaha. Lalu, bangunan tersebut Anda sewakan lagi, misalnya untuk kepentingan bisnis yang besar, seperti minimarket dan sejenisnya. Hasil dari uang sewa bangunan itu sisihkan untuk membayar cicilan ke bank.

Modal juga bisa didapat dengan mencari seorang investor. Dengan keahlian bernegosiasi, kita dapat mengedukasi investor tentang bisnis properti yang tidak akan pernah basi dengan harga yang tidak akan pernah turun. Sebab, harga jual dalam bisnis properti akan terus naik.

Pemasaran rumah atau bangunan yang sudah Anda beli bisa dipasarkan melalui online atau offline. Jika lokasinya strategis dan memiliki prospek bisnis yang bagus, orang tak segan-segan untuk membelinya.

Sumber: tempo

Cara Memulai Usaha Tanpa Modal Sepeserpun Ala Bob Sadino


Beberapa hari yang lalu aku menyaksikan tayangan televisi. Motivasi hidup seorang pengusaha sukses, Bob Sadino. Yap Benar! Artikel motivasi kali berasal dari orang yang mempunyai ciri khas memakai celana pendek itu.

Banyak kata inspirasi yang keluar saat wawancara di acara televisi itu, Hingga dapat menggugah kita menjadi orang sukses. Apa saja motivasi hidup yang dia berikan terutama dalam karir.

“Jangan mengeluh dengan keadaan”

Benar saudara! Hanya 4 kata inspirasi singkat diatas yang sesungguhnya dari motivasi hidup. Bukan hanya karir saja melainkan setiap elemen yang selalu kita kerjakan sehari-hari. Dan inilah inti dari artikel motivasi kali ini.

Apa saja artikel motivasi maupun motivasi hidup tersebut?? Sebelumnya kita kembali lagi ke masa lalu tentang tema Acara televisi itu:

“Cara memulai usaha tanpa modal”

Tunggu dulu! Bagaimana bisa memulai usaha tanpa modal. Ini yang dikatakan pak Bob Sadino : Motivasi hidup dari orang yang mengeluh...

Kamu : Gimana nih pak kok hidup saya gagal maning gagal maning

Bob Sadino : Lho kok bisa gagal

Kamu : nggak diterima kerja dimana-mana. Apalagi di perusahaan bapak :D

oBob Sadino : Kalau nggak diterima kerja, usaha donk!

Kamu : Tapi pak saya nggak punya modal buat usaha

Bob Sadino : Hmm..gimana kalu saya kasih kamu pinjeman modal biar jadi orang sukses.

Kamu : Wah makasih Pak! tapi usaha apa ya Pak! saya nggak punya ide

Bob Sadino : Saya sih punya ide usaha yang cocok buat kamu. Mau nggak!

Kamu : Wah terima kasih sekali pak! Tapi gimana kalau idenya nggak cocok.

Bob Sadino : ya dicoba dulu aja (sedang memberikan kata inspirasi)

Kamu : Baiklah Pak akan saya coba! Tapi pak gimana kalau gagal.

Bob Sadino : mau jadi orang sukses harus cari kegagalan, karena kegagalan akan membuat kita belajar untuk masa depan (kata bijak yang patut kita tiru bukan).

Kamu : Ya saya siap pak. Tapi Maaf kalau saya gagal…apa ada keringanan dalam pengembalian modal

Bob Sadino : ……

Anda bisa lihat diatas, Orang itu sudah diberi fasilitas masih mengeluh dengan keadaan. Benar-benar motivasi hidup orang gagal.

Berbeda dengan Bob Sadino :

Ceritanya ketika orang sukses ini masih menjadi orang miskin. Dia nggak punya modal dan nggak diterima kerja dimanapun. Kasihan banget ya! Tapi karena motivasi hidup nya yang luar biasa Bob Sadino mempunyai ide….

melihat tetangganya sering membuat kue dan menjualnya. Dia menawarkan sesuatu ke tetangganya.

Bob Sadino : Wah saya lihat ibu banyak buat kue..tapi apa nggak lelah tuh Bu, jika harus menjualnya juga.

Tetangga: Ya lelah Mas, tapi demi menghidupi keluarga.

Bob Sadino : Gini aja, saya punya ide…Ibu nggak usah lagi jualan. Biar Ibu buat kuenya aja…nanti saya deh yang keliling-keliling buat jualin kue Ibu. Tapi bagian saya bisa diatur kan :D

Tetangga : boleh juga..tapi nanti kalau kejual sedikit. maaf Mas! Malah tekor saya bayar Mas Bob.

Bob Sadino : Ibu kan waktu ngejualnya dikit..kebanyakan malah buat kue. Kalau Ibu dan saya bagi-bagi tugas. Ibukan bisa buat kuenya lebih banyak…dan saya juga bisa ngejualnya lebih banyak karena waktunya lebih lama. Dicoba aja dulu seminggu ini…kalau nggak bagus. Ibu nggak usah bayar saya deh.

Tetangga : hmmmmmm…(baru mikir)

Tetangga : Ya boleh! mulai besok ya mas!!!

Nah hebat kan, mampu memulai usaha tanpa sepersenpun modal. Motivasi hidup seperti inilah yang harus kita tanamkan dalam pribadi kita. Motivasi hidup dari orang sukses.

Jangan sekedar mengkritik keadaan. Menyalahkan orang lain, menyalahkan orang tua yang miskin, menyalahkan pemerintah yang gagal. Memang benar setiap orang sukses pasti ada orang lain yang membantunya. Tapi 80% itu tetap tergantung pada diri orang sukses itu sendiri.

Artikel motivasi ini, ada penambahan dan kekurangan serta ditambah dengan sedikit dramatisasi. Karena saya agak lupa gimana alur cerita acara televisi tersebut.

Bertumbuh Ke Bawah dan Kuat


Suatu hari, saya dan Ibu berkebun bersama. Kami sedang berusaha memindah tanaman untuk yang ketiga kalinya. Tanaman kesayangan sehingga saya tak rela meninggalkan. Masih sebagai "kontraktor", maka saya pun sering berpindah-pindah rumah.

Saya masih ingat dengan tanaman kesayangan saya itu. Dari biji ia aku semaikan ke pot kecil. Lalu ketika sudah membesar, saatnya dipindah ke pot yang besar. Lalu dipindah ke kebun. Namun karena saya pindah rumah, maka harus memindah tanaman itu lagi.

Masih belum berpengalaman sebagai pekebun, saya meminta bantuan Ibu yang sudah puluhan tahun hobi berkebun.

"Apakah ini tidak buruk bagi tanaman? Tidakkah ini melukai tanaman, memotong akarnya dan memindahkannya beberapa kali?" tanya saya ketika kami menggali tanah dan mengangkat tanaman serta membersihkan akar-akarnya.

"Oh, memindah tanaman tak menyakiti tanaman sayang. Nyatanya ini malah bagus bagi tanaman untuk bertahan hidup. Dari situlah akar mereka bertumbuh menjadi kuat. Akar mereka akan tumbuh semakin ke bawah, dan hal itu membuat tanaman menjadi kuat," jelas Ibu.

Sering saya merasa seperti tanaman kecil itu - dicerabut dan dikurangi akarnya. Terkadang saya bertahan terhadap perubahan itu, namun tak jarang enggan menghadapinya. Namun biasanya reaksi saya adalah gabungan dari keduanya. Tidakkah ini terlalu berat bagiku? Aku bertanya. Apakah ini akan lebih baik jika tetap sama?

Lalu saya pun teringat dengan kata-kata Ibu: Itulah cara untuk akar bertumbuh dan kuat!

sumber:intisari-online.com

7 Kunci Sukses Mengembangkan Bisnis Franchise

Memutuskan untuk mengembangkan maupun membeli sebuah bisnis franchise ternyata tidaklah seinstan yang kita bayangkan selama ini. Banyak kendala dan hambatan yang sering muncul di tengah perjalanan usaha, sehingga satu demi satu pelaku bisnis franchise mulai berguguran sebelum mencapai kesuksesannya. Tentu kondisi seperti ini tidak ingin Anda alami bukan? Karena itu sebelum memutuskan terjun di bisnis franchise, persiapkan mental, modal dan dukungan manajerial secara matang agar bisnis Anda tidak layu sebelum berkembang.

Kunci Sukses Mengembangkan Bisnis Franchise

Kira-kira faktor apa saja yang mendorong perkembangan bisnis franchise, mari kita simak bersama 7 kunci sukses mengembangkan bisnis franchise yang bisa mengantarkan bisnis Anda menjadi semakin besar dan menguntungkan.

1. Profil dan kinerja franchise

Pertama, buatlah visi dan misi besar yang dapat mengantarkan bisnis Anda menuju kesuksesan. Selanjutnya lakukan seleksi calon franchisee secara ketat untuk mencapai visi dan misi tersebut. Sebab, kinerja para franchisee di lapangan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan kinerja Anda sebagai seorang franchisor. Semakin banyak jumlah franchisee Anda yang berhasil menjalankan usahanya, maka semakin besar pula penilaian positif dari masyarakat terhadap profil dan kinerja franchise yang Anda tawarkan.

2. Merek

Merek menjadi modal utama seorang pelaku bisnis franchise untuk mengembangkan usahanya dalam bentuk kemitraan. Untuk itu wajib bagi Anda untuk merancang, membangun kualitas merek, dan menjaga citra baik merek tersebut di depan masyarakat luas. Sebab, keberadaan merek menjadi faktor penting bagi bisnis Anda untuk memikat para konsumen maupun calon franchisee yang tertarik bermitra dengan Anda.

3. Sistem franchise

Selain keberadaan merek, faktor penting lainnya adalah membangun sebuah sistem. Sebelum menawarkannya kepada calon franchisee, sebaiknya ciptakan sistem kemitraan yang benar-benar solid dan tahan banting terhadap tantangan serta persaingan pasar yang semakin pesat. Sehingga bisnis franchise yang Anda jalankan tidak tumbang di tengah jalan, dan jumlah mitra yang dimiliki juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

4. Franchise support

Setelah sistem mulai berjalan lancar, selanjutnya tugas utama franchisor adalah memberikan dukungan penuh kepada para mitranya. Dukungan yang diberikan kepada para franchisee menjadi salah satu strategi bagi Anda untuk meningkatkan loyalitas mereka terhadap peluang bisnis franchise yang dijalankan. Tidak hanya support awal saja yang wajib diberikan seorang franchisor kepada franchiseenya, namun juga support lanjutan selama kerjasama kemitraan tersebut masih berjalan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati kedua belah pihak.

5. Konsumen

Kepuasan konsumen menjadi fokus utama bagi para franchisor maupun franchisee dalam menjalankan usaha kemitraan. Karena itu, upayakan untuk menjaga kualitas produk atau jasa yang ditawarkan agar tingkat kepuasan yang didapatkan konsumen juga ikut terjaga. Bila tingkat kepuasan konsumen meningkat maka peluang yang Anda ciptakan untuk membawa bisnis tersebut menuju kesuksesan semakin terbuka lebar.

6. Penampilan franchisor

Tidak hanya calon franchisee saja yang perlu diseleksi, dalam memilih franchisor pun kita juga butuh kehati-hatian agar tidak salah pilih dalam berinvestasi. Pilihlah franchisor yang benar-benar handal, memiliki dukungan manajerial yang cukup matang, serta memenuhi semua kewajibannya terhadap para mitra dengan baik.

7. Hubungan kerjasama yang baik

Terakhir, faktor pendorong yang paling penting adalah terciptanya hubungan kerjasama yang baik antara franchisor dan franchiseenya. Setelah kesepakatan kerjasama franchise telah terjalin, maka secara tidak langsung Anda berada dalam sebuah keluarga besar, dimana antar anggota keluarganya memiliki kewajiban untuk saling membantu agar bisnis yang dijalankan bisa mencapai sukses bersama.

Semoga tambahan informasi tentang tips bisnis franchise untuk pekan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca yang tertarik dengan investasi bisnis franchise. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang mudah, mulailah dari sekarang. Salam sukses.

Langkah Strategis Memperluas Bisnis Franchise

Menjamurnya bisnis franchise di Indonesia, menjadi salah satu bukti nyata bagi kita semua bahwasannya jumlah entrepreneur di negara kita semakin hari kian meningkat pesat. Bahkan bisa dikatakan sekarang ini sedikitnya ada 1.000 lebih bisnis franchise yang berkembang di Indonesia dengan jumlah outlet sekitar 40.000, serta mampu menyerap tenaga kerja sekitar 700.000 sampai 1 juta orang setiap tahunnya.

Langkah Strategis Memperluas Bisnis Franchise

Kondisi ini tentunya tidak hanya memberikan kabar gembira bagi pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia, namun juga menginformasikan kepada kita semua bahwa peluang bisnis franchise di negara kita masih memiliki prospek pasar yang sangat bagus. Karena itu, untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya. Tidak ada salahnya bila Anda pun mulai merancang sebuah usaha dengan konsep yang cukup matang dan mengembangkan bisnis tersebut dengan sistem kemitraan.

Untuk membekali para pemula dalam mengembangkan bisnis kemitraan (franchise). Pada kesempatan kali ini akan kami informasikan empat langkah strategis yang perlu Anda perhatikan sebelum memperbanyak gerai franchise.
  1. Analisa gerai yang sudah ada. Sebelum melakukan ekspansi dan memperbanyak jumlah gerai, pastikan Anda telah melakukan analisa internal untuk mengetahui seberapa besar kinerja gerai yang sudah ada. Apabila terbukti sudah ada sekitar 70% gerai Anda yang berhasil mencapai target atau melebihi sasaran, maka bisa dikatakan bisnis franchise Anda tergolong sukses dan sudah sangat siap untuk dikembangkan lebih luas lagi.
  2. Hindari persaingan internal. Yang dimaksudkan dengan persaingan internal adalah kompetisi antar gerai-gerai franchise yang Anda miliki. Tak bisa kita pungkiri bila sekarang ini tidak hanya persaingan dari kompetitor luar saja yang diwaspadai para franchisee (mitra), namun mereka juga bersaing dengan pesaing internal (franchisee sejenis) yang membuka gerai di sekitar areanya. Untuk itu, setiap melakukan penambahan gerai, usahakan untuk selalu menyasar target pasar baru, sehingga tidak terjadi pencaplokan pasar antar franchisee.
  3. Jaga keseimbangan antara support dan ekspansi. Sebagai seorang franchisor, tentunya Anda dituntut untuk selalu adil dan seimbang dalam menjalankan operasional manajemen. Contohnya saja dengan menyeimbangkan antara support bagi gerai-gerai yang sudah ada, tanpa lupa menyiapkan strategi ekspansi untuk membuka gerai-gerai baru. Meskipun begitu, sayangnya sampai hari ini masih banyak franchisor yang terlalu fokus memikirkan ekspansi gerai, sehingga para franchisee yang terdahulu tidak ditanggapi secara optimal dan kinerja gerainya mengalami penurunan hingga akhirnya gulung tikar.
  4. Mempertahankan positioning produk. Selain memperkuat manajerial, penting bagi Anda untuk mempertahankan positioning produk franchise yang Anda tawarkan. Setiap produk tentunya memiliki siklus hidup masing-masing, sehingga Anda harus mengetahui produk apa saja yang memiliki waktu hidup cukup lama dan produk mana saja yang siklus hidupnya telah habis. Karena itu, evaluasi produk secara berkala agar produk yang Anda tawarkan diminati para konsumen.
Semoga informasi tips bisnis yang mengangkat tentang langkah strategis memperluas bisnis franchise ini bisa memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarkat Indonesia untuk segera memulai usaha. Maju terus bisnis franchise Indonesia dan salam sukses.

9 Kesalahan dalam Menjalankan Bisnis

9 Kesalahan dalam Menjalankan Bisnis

Munculnya beragam penawaran investasi dalam bentuk bisnis franchise, memudahkan para pemula untuk mulai terjun ke dalam dunia usaha. Dengan berinvestasi pada sebuah franchise, para pemula dapat menjalankan usaha dengan pendampingan dari para franchisor. Kondisi inilah yang membuat berbagai peluang bisnis franchise saat ini makin marak, sehingga para franchisor baru maupun lama saling berlomba menawarkan beragam investasi franchise kepada masyarakat luas yang ingin memulai berbisnis.

Meskipun begitu, sebagai pemula yang ingin menekuni bisnis franchise sebaiknya Anda tidak asal memilih investasi bisnis yang ditawarkan. Tak jarang perusahaan-perusahaan yang menyelenggarakan kemitraan membuat beberapa kesalahan dalam menjalankan bisnisnya. Dan akibatnya banyak bisnis franchise yang tumbang ditengah jalan sebelum mencapai kesuksesannya. Karena itu untuk mengantisipasi resiko bisnis yang mungkin muncul dari kesalahan para franchisor, mari kita pelajari bersama 9 kesalahan dalam menjalankan bisnis franchise yang perlu kita hindari.

Pertama, tidak memiliki dana yang cukup besar untuk mendukung perkembangan bisnis franchisee. Pada kenyataannya tidak semua franchisor memiliki dana segar untuk mengembangkan bisnis mereka. Sehingga pengelolaan dan pertumbuhan bisnis harus terhambat karena kurangnya dana segar, dan pada akhirnya bisnis tersebut hanya akan tenggelam di tengah persaingan bisnis franchise lainnya.

Kedua, memilih partner bisnis yang salah. Kesalahan yang sering dilakukan para franchisor adalah tidak selektif dalam memilih partner bisnis atau calon franchisee. Sehingga banyak investor yang sama sekali belum mengerti tentang bisnis, dan belum memiliki pengalaman di dunia franchise bergabung dengan sebuah kemitraan. Akibatnya fokus franchisor untuk mengembangkan bisnisnya hanya akan terpecah, dan waktunya hanya tersita untuk mendampingi para mitranya.

Ketiga, pertumbuhan yang terlalu cepat. Tidak selamanya pertumbuhan bisnis yang terlalu cepat memberikan kesuksesan bagi pelaku usahanya. Bila persiapan kita belum matang dan dukungan manajemen belum bisa maksimal, maka pertumbuhan jumlah franchisee yang semakin besar hanya akan mempersulit posisi Anda sebagai franchisor. Karena masing-masing franchisee membutuhkan pendampingan dan pengontrolan rutin dari franchisornya.

Keempat, belum memiliki cukup pengalaman di bisnis kemitraan. Tidak hanya calon franchisee saja yang masih belum berpengalaman di bisnis franchise, banyak franchisor baru yang menawarkan kerjasama kemitraan dengan sistem coba-coba. Sehingga kemitraan yang ditawarkan belum siap bersaing dengan franchisor lain dan tidak dapat bertahan lama di tengah persaingan yang ada.

Kelima, pemberian bekal training SDM dan SOP yang belum matang. Para calon franchisee membutuhkan pelatihan SDM dan SOP yang benar-benar matang sebelum mereka menjalankan bisnisnya. Namun pada kenyataannya sampai hari ini masih banyak franchisor yang belum memberikan bekal tersebut secara optimal kepada para franchisee, sehingga kualitas produk yang ditawarkan antar mitra terkadang tidak sama. Dan berpengaruh kurang bagus terhadap citra franchise yang ditawarkan.

Keenam, menawarkan konsep yang belum terbukti. Kebanyakan franchisor terdorong menyelenggarakan kemitraan untuk mengembangkan bisnisnya dengan waktu yang relatif singkat. Motivasi inilah yang sering membuat franchisor melakukan kesalahan, karena mereka hanya fokus mengembangkan bisnisnya tanpa memikirkan konsep bisnis dengan matang. Sehingga ROI (Return of Investment) yang dijanjikan masih belum bisa dibuktikan oleh para mitranya.

Ketujuh, franchisee tidak memiliki dukungan dana operasional yang besar. Kebanyakan fanchisee hanya memiliki dana sebesar investasi yang diminta para franchisor, selebihnya mereka menggantungkan segala kebutuhan bisnisnya dari dukungan para franchisor. Pastinya pola seperti ini menjadi salah satu kesalahan besar para pelaku bisnis franchise, karena bagaimanapun juga franchisee memerlukan cadangan dana untuk memenuhi segala kebutuhan operasional bisnisnya.

Kedelapan, komunikasi yang tidak efektif antara franchisor dan franchisee. Meskipun franchisor sudah mempercayakan bisnisnya untuk dijalankan para mitra, namun sebagai pemilik brand wajib memonitori perkembangan bisnis mitra mereka. Biasanya komunikasi franchisor dan franchisee rutin dilakukan pada awal perjanjian kerjasama, setelah itu franchisor dan franchisee jarang berkomunikasi kembali. Terutama bagi para mitra yang memiliki lokasi cukup jauh dari franchisornya, sehingga masing-masing pihak tidak mengetahui perkembangan informasi terbaru dari bisnis yang dijalankannya.

Kesembilan, tidak memiliki sistem support ditiap wilayah. Pada dasarnya tidak semua franchisor memiliki sistem support (seperti pemegang master franchise) ditiap-tiap daerah. Jadi para franchisee yang berlokasi cukup jauh dengan franchisornya sering tidak terkontrol dan kesulitan dalam mendapatkan support bisnis. Tidaklah heran bila banyak franchisee yang memutuskan kerjasama di tengah perjalanan, karena mereka tidak mendapatkan bantuan dari franchisor ketika mengalami kendala dalam menjalankan kemitraan.

Demikian informasi tips bisnis pekan ini yang membahas tentang kesalahan-kesalahan dalam menjalankan bisnis franchise ini dapat membantu para calon franchisor maupun franchisee yang tertarik menekuni bisnis kemitraan. Cermatlah dalam  memilih kemitraan, selamat berkarya dan salam sukses.